Pada umumnya setiap orang senang mendengarkan musik. Seringkali musik dijadikan media untuk mengekspresikan dirinya, contohnya, saat jatuh cinta kita lebih senang mendengar lagu jatuh cinta, rasanya pengalaman saat jatuh cinta itu lebih terasa indahnya seolah-olah si pencipta lagu benar-benar mengerti apa yang kita rasakan. Begitu pula sebaliknya ketika kita merasa sedih karena patah hati, akan terasa lebih tertumpahkan saat kita mendengar lagu yang bertema patah hati juga. Kita juga seringkali mencari insprirasi dari sebuah lagu, seakan-akan musik bisa membuat kita bergairah dan semangat menjalani hari-hari kita. Ada apa sih di balik irama musik tersebut sehingga mempengaruhi perasaan dan pikiran kita..? Irama ritmis yang ada dalam sebuah lagu ternyata ada hubungannya dengan keadaan psikologis seseorang, dimana hentakan dan frekuensi dalam sebuah lagu tertangkap oleh kemampuan sensoris seseorang yang berhubungan langsung dengan otaknya. frekuensi dalam suatu lagu berhubungan dengan jaringan neurotransmiter dalam otak sehingga dapat menstimulasi sistem kerja dalam otak.
musik juga dapat menstimulasi kepekaan seseorang, Irama yang dihasilkan dari suatu lagu dapat mempertajam tingkat sensitivitas seseorang terhadap perasaannya. Ternyata juga, musik dapat menselaraskan kemampuan otak, karena musik memberikan suatu stimulasi emosional (yang menstimulasi otak kanan), dan kemampuan memahami kejadian atau perasaan seseorang (yang menstimulasi otak kiri).. sehingga anda disarankan untuk banyak-banyak mendengarkan musik.. (seperti saya ini.. ) hehehehe..
No comments:
Post a Comment