Nov 8, 2008

KEMATIAN BAGI MANUSIA

lKematian adalah bagian dari hidup manusia, setiap manusia pada umumnya selalu menghindari dirinya dari hal-hal yang berhubungan dengan kematian yang tiada lain adalah kehancuran dirinya, yang dikenalnya dengan suatu akhir dari kehidupannya, dimana ia tidak berdaya akan suatu apapun untuk mengulang kehidupannya.
Manusia yang lahir selalu membawa doa untuk keberjayaan di segala sisi kehidupannya, apakah itu kesehatan, rejeki, panjang umur, dan sebagainya, hampir tidak ada kesiapan untuk mempersiapkan kematiannya.
Ketika manusia mati, itulah awal kehidupan yang baru, tidak ada satu materi pun yang turut serta dalam kehidupan kekal tersebut. Bahkan jasad kita pun ikut luluh lantak dimakan bakteri. Mengapakah ALLAH SWT tidak membiarkan saja jasad kita tetap utuh, jika ALLAH berkehendak, maka bisa saja jasad kita tetap cantik, tapi itulah hikmahnya kematian, bahwa ALLAH memperlihatkan kekuasaanNya untuk menghidupkan dan mematikan, terbukti juga bahwa segala hal materi yang kita miliki hanyalah titipan, bukan milik kita, bukan hal yang harus dibanggakan jika ruh kita dihadapan ALLAH ternyata hanyalah ruh yang kotor tak berarti, sehingga kita hanya bisa menyesali hidup kita yang terus mencari kesenangan tak berguna, padahal ALLAH yang Maha Pengasih telah memberikan kesempatan manusia hidup dengan mencukupkan segala rejekinya, menempatkannya disekeliling orang-orang yang mencintainya, memberikannya kesempatan untuk berusaha dan mengabulkan doa juga keinginannya, dan memberikan imbalan untuk setiap perbuatan baiknya.
Diambil dari suatu artikel : Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah kemungkinan besar ia akan menghadapi kematiannya. Karena sesungguhnya dengan menjalani kehidupan berarti kita sedang berjalan menuju kematian kita.
Kematian adalah suatu kehidupan baru yang lebih luas, kehidupan yang lebih nyata dimana manusia dikembalikan pada Dzat yang Maha menciptakan segalanya. Maka manusia yang paling cerdas akalnya adalah yang paling banyak mengingat kematian.
"Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat." (HR. Ibnu Majah)

No comments: