The world today get more psychotic person…
Just to share yaps…Sebenernya dari tahun lalu orang sakit jiwa di Indonesia sudah mencapai 20% atau 1:5, beberapa RSJ sudah menginformasikan bahwa terkadang pasien terus bertambah dan ruang rawat inap RSJ sudah "overload", dan sekarang makin tambah banyak. Bayangkan aja kalo 25% orang indonesia divonis sakit jiwa, berarti kita hidup di lingkungan sakit jiwa, terus lama-lama ketularan sakit jiwa.. atau jangan-jangan kita sendiri ga sadar klo kita sudah termasuk orang sakit jiwa..(ga segitunya kalee ya.. hehehe…)
BTW, Penyakit jiwa yang bersifat psikis sebenernya bermacam-macam, dari tingkat rendah, neurotik sampai tahap akut, yang dinamakan Psikotik (dalam bahasa Psikologi).
Tanda awalnya bisa dikenali dari adanya kecemasan dan rasa ketakutan berlebihan, memang rasa cemas dan takut itu ada juga pada setiap orang normal, namun jika sudah melampaui batas normal hal itu sudah harus ditanggapi serius karena bersifat patologis, yang artinya hal tersebut sudah mengganggu perkembangan jiwanya sehingga ia tidak dapat melakukan penyeseuaian diri baik terhadap dirinya maupun lingkungannya.
Lebih jelasnya, neurotik itu selain ditandai rasa takut, cemas, juga berlanjut kepada rasa gelisah berlebihan, tidak bisa tidur, kepanikan dan kebingungan, hal tersebut sebagai akibat dari ketakutan yang luar biasa.
Dengan semua gejala tersebut, jika berlanjut kepada terjadinya hilang akal sehingga membutuhkan penanganan khusus dan mengalami ketergantungan obat, maka seseorang tersebut telah mengalami penyakit jiwa pada tahap psikotik.
Penyakit jiwa faktanya bisa terjadi pada siapa saja, orang bisa saja menganggap orang yang rentan stres bisa lebih mudah sakit jiwa, tapi katanya, itu juga belum tentu orang yang stres atau depresi lebih dekat kepada sakit jiwa.. tapi sakit jiwa itu bisa dikatakan seperti penyakit fisik pada umumnya..
Sudah tentunya bahwa jasad dan jiwa manusia itu berkaitan erat. Sehingga keadaan jiwa juga ditentukan oleh seseorang tersebut memelihara daya tahan tubuhnya, begitu pula sebaliknya.
Dari suatu sumber : Dikatakan bahwa Pada tahun 80-an para ilmuwan menemukan bahwa ada kaitannya antara jiwa (mental) dengan sistem kekebalan tubuh, atau penekanan sistem kekebalan tubuh berbanding secara proporsional dengan tingkatan stres yang dialami seseorang. Sistem yang paling berpengaruh dalam tubuh adalah “Biokimia Tubuh”. Ketika seseorang mengalami stress (tekanan jiwa), tubuh akan mengeluarkan adrenalin. Kondisi tersebut juga akan menyebabkan penekanan terhadap organ-organ yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh (sel darah putih, kelenjar Thymus), sehingga secara proporsional kondisi tubuh akan mengalami penurunan.
“so, Be Healthy and Be Happy”
Note : jangan perlakukan orang sakit jiwa sebagai orang gila, karena mereka membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya untuk bisa sembuh secara mental. Karena seringkali saya tau mereka dijauhi keluarganya dan mendapat ruang rawat sakit jiwa yang kotor dan tidak sehat, tambah gila aja deh… (saya cuma tau aja lho bukan ngalamin yah, catet!)
No comments:
Post a Comment